Selasa, 09 April 2019

Definisi dan Contoh Dari Verb Phrase, Tenses (Present, Past, Future), dan Subject-Verb Agreement


1.      Definisi dan Contoh Verb Phrase
Verb phrase berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb (kata kerja utama) dan auxiliary verb (kata kerja bantu).
Main verb adalah verb apapun (termasuk linking verb) yang bukan merupakan auxiliary verb. Adapun auxiliary verb dapat berupa primary auxiliary verb (be, do, have) atau modal auxiliary verb (can, could, may, might, will, would, shall, should, dll).
Berdasarkan generative grammar verb phrase adalah predicate, yaitu: main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb, complement (objek kalimat), dan/atau modifier, namun tidak termasuk subjek kalimat.
Verb Phrase
Traditional Grammar
+/- auxiliary verb + main verb
Generative Grammar
+/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier
Complement dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb, sedangkan modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.
Tabel Verb Phrase: Traditional vs. Generative Grammar
Contoh Kalimat Verb Phrase
Verb Phrase
Traditional Grammar
Generative Grammar
He sleeps without a pillow.
(Dia tidur tanpa bantal.)
sleeps
sleeps without a pillow
I will ask you a question.
(Saya akan menanyakan satu pertanyaan kepadamu.)
will ask
will ask you a question

Contoh Kalimat Verb Phrase
Keterangan
enjoy swimming.
(Saya menikmati berenang.)
enjoy = main verb
He arrived this morning.
(Dia tiba pagi ini.)
arrived = main verb
She was born in April.
(Dia dilahirkan di bulan april.)
was = modal auxiliary verb
born = main verb (past participle)
You should see a doctor during pregnancy.
(Kamu seharusnya mengunjungi dokter selama hamil.)
should = modal auxiliary verb
see = main verb
It has just been raining in Bandung.
(Baru saja turun hujan di Bandung.)
has, been = primary auxiliary verb
just = adverb (modifier)
raining = main verb berupa present participle
That is yours.
(Itu milikmu.)
is = main verb berupa linking verb
He has worked at the office since January.
(Dia telah bekerja di kantor itu sejak Januari.)
has = primary auxiliary verb
worked = main verb (past participle)

2.      Definisi dan Contoh Tenses (Present, Past, Future)
Present Tense
1.      Simple Present Tense
Simple Present Tense adalah tense yang secara luas digunakan unntuk menjelaskan sesuatu yang merupakan fakta atau kebiasaan, serta kondisi yang secara umum selalu/sering terjadi. Walaupun kondisi tersebut tidak harus terjadi saat ini juga.
Subjek + Verb atau To be (am,is,are) + Objek / Adverb
Contoh kalimat:
We agree with the speaker’s opinion.
(Kami setuju dengan opini pembicara.)
She is so beautiful.
(Dia sangat cantik.)

2.      Present Continuous Tense
Tense ini disebut juga sebagai Present Progressive Tense. Tense ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung. tenses ini dibentuk dengan bantuan to be (am, is, are) dan verb yang ditambah imbuhan -ing dibelakang nya.
Subjek + To Be (am, is, are) + Verb + Objek / Adverb
Contoh kalimat:
I’m driving a car to Bandung now.
(Saya sedang menyetir mobil ke Bandung sekarang.)
The buses are arriving in an hour.
(Bus-bus tersebut tiba dalam satu jam.)

3.      Present Perfect Tense
Tense ini digunakan untuk menyatakan kondisi atau perbuatan yang sudah dilakukan di masa lalu tapi masih ada hubungan nya dengan saat ini. Selain itu tenses ini juga digunakan untuk menyatakan sesuatu baru saja selesai dilakukan.
Tenses ini dibentuk dengan bantuan Have atau Has (tergantung Subjek) dan verb bentuk ke tiga (Verb 3).
Subjek + Have / Has + Verb 3
Contoh kalimat:
I’ve read this book.
(Saya sudah membaca buku ini.)
have lived in Cilegon for 3 months.
(Saya telah tinggal di Cilegon selama 3 bulan.)

4.      Present Perfect Continuous Tense
Tenses ini merupakan bentuk akhir dari present tense, dimana tense ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau perbuatan yang dimulai pada masa lalu dan sampai sekarang masih berlangsung.
Kata "just" biasanya ditambahkan pada penggunaan tenses ini. Karena tenses ini juga bisa digunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau perbuatan yang baru saja selesai di masa lalu. Misalnya, baru saja selesai 5 menit lalu atau sejam yang lalu.
Tense ini di bentuk dengan Have atau Has (tergantung subjek) ditambah kata "BEEN". Kemudian setelah itu ditambahkan Verb + ing.
Subjek + Have / Has + Been + Verb ing
Contoh kalimat:
The toddlers have been playing a ball for an hour.
(Balita-balita itu telah bermain bola selama satu jam.)
The construction labors are thirsty since they have been removing the scaffoldings.
(Pekerja konstruksi haus karena mereka telah memindahkan perancah.)

Past Tenses
5.      Simple Past Tense
Tense ini menyatakan bahwa sebuah kondisi atau pekerjaan dimulai pada masa lalu dan juga berakhir di masa lalu. Tense ini dibentuk dengan menggunakan verb 2 (kata kerja bentuk lampau) atau to be bentuk lampau (was, were). 
Subjek + verb 2 / to be (was, were)
Contoh kalimat:
The party started at 10.00 a.m.
(Pesta dimulai jam 10 pagi.)
was really busy yesterday.
(Saya benar-benar sibuk kemarin.)




6.      Past Continuous Tense
Seperti Continuous Tense lainnya, Tense ini juga biasanya disebut sebagai Past Progressive Tense. Pada Tense ini, suatu kondisi atau kegiatan di nyatakan telah, sedang, dan berakhir di masa lalu. Intinya, sebuah kondisi atau kegiatan dimulai, dijalankan, dan di selesaikan di masa lalu.
Tense ini dibentuk dengan cara yang sama dengan present continuous tense. Hanya saja to be yang digunakan bukan am, is, atau are; melainkan dengan to be bentuk lampau yaitu was dan were. Kemudian verb + ing ditambahkan setelah to be tersebut. 
Subjek + to be lampau (was, were) + Verb ing
Contoh kalimat:
The team was playing basketball all day yesterday.
(Tim bermain basket sepanjang hari kemarin.)

7.      Past Perfect Tense
Tense ini di gunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau kegiatan telah selesai dilakukan di masa lalu. Selain itu, tense ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu telah selesai dilakukan sebelum suatu hal terjadi.
Pola kalimat pada tense ini juga mirip dengan present continuous tense pada poin 3 di atas. Hanya saja yang membedakan adalah penggunaan had yang menggantikan penggunaan have atau has.
Subjek + Had + Verb 3
Contoh kalimat:
When he came last night, the cake had run out.
(Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.)

8.      Past Perfect Continuous Tense
Tenses ini merupakan bentuk akhir dari past tense, dimana tense ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau perbuatan yang dimulai pada masa lalu, berkelanjutan, dan juga telah berakhir di masa lalu.
Tense ini di bentuk dengan Had yang ditambah dengan kata "Been". Kemudian setelah itu ditambahkan Verb + ing. Pola kalimat nya sama dengan poin 4 diatas. Yang membedakan hanya penggunaan had untuk menggantikan have atau has. 
Subjek + Had + Been + Verb ing
Contoh kalimat:
The labors had been demonstrating for an hour when the manager came.
(Pekerja telah berdemonstrasi selama satu jam ketika manager datang.)

Future Tenses
9.      Simple Future Tense
Tense ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu kondisi akan terjadi pada masa depan atau suatu pekerjaan akan di lakukan pada masa depan.
Pada Future Tense, modals (will / shall) digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukan atau terjadi di masa depan. Setelah itu, verb bentuk pertama (verb 1) ditambahkan setelah modals tersebut.
Subjek + Will / Shall + Verb 1
Contoh kalimat:
You will win the game.
(Kamu akan memenangkan permainan tersebut.)
am going to meet him tomorrow.
(Saya akan menemuinya besok.)

10.  Future Continuous Tense
Seperti Continuous Tense lainnya, Tense ini juga biasanya disebut sebagai Future Progressive Tense. Pada Tense ini, suatu kondisi atau kegiatan di nyatakan akan berlangsung di masa depan. Tense ini lebih sering digunakan jika ada 2 hal yang terjadi secara berkelanjutan dalam suatu durasi waktu tertentu di masa depan. Intinya, sebuah kondisi atau kegiatan akan dimulai dan terus berlangsung di masa depan.
Tense ini dibentuk dengan menggunakan modals will atau shall. Setelah itu kata "be" ditambahkan setelah modals tersebut. Kemudian verb + ing ditambahkan di belakang "be" tersebut.
Subjek + will / shall + be + Verb ing
Contoh kalimat:
He will be sleeping at 10 p.m.
(Dia akan sedang tidur pada jam 10 malam.)

11.  Future Perfect Tense
Tense ini di gunakan untuk menyatakan suatu kondisi atau kegiatan telah dimulai pada masa lalu dan akan segera selesai di masa depan.
Tense ini dibentuk dengan modals will atau shall ditambah kata "Have". Kemudian di ikuti dengan "Been" atau kata kerja bentuk ketiga (verb 3).
Subjek + Will / Shall + Have + Been / Verb 3
Contoh kalimat:
At this time next month, I’ll have finished my English course.
(Pada waktu yang sama bulan depan, saya akan telah menyelesaikan kursus bahasa Inggris.)

12.  Future Perfect Continuous Tense
Tense ini merupakan bentuk akhir dari future tense dan di gunakan untuk menyatakan bahwa suatu kondisi atau kegiatan telah berlangsung selama beberapa waktu dan memiliki kemungkinan untuk terus berlangsung di masa depan.
Tense ini memiliki bentuk yang sama dengan point 4 dan 8 diatas. Hanya saja Subjek akan di ikuti oleh modals will atau shall. Selain itu penggunaan have, been, dan verb ing relatif sama dengan kedua point yang tadi disebutkan.
Subjek + Will / Shall + Have + Been + Verb Ing
Contoh kalimat:
will have been sleeping long when you get home.
(Saya akan telah lama tidur ketika kamu pulang ke rumah.)

Past Future Tenses
13.  Past Future Tense
Tense ini merupakan kebalikan dari future tense, dimana suatu kondisi atau kegiatan dinyatakan untuk di lakukan di masa lalu. Karena merupakan kebalikan dari future tense, modals yang digunakan juga merupakan modals berbentuk lampau, yaitu would dan should.
Tense ini juga memiliki bentuk yang sama dengan future tense, dimana modals shall dan will diganti dengan should dan would. Setelah  itu verb 1 mengikuti modals tersebut.
Subjek + Would / Should + Verb 1
Contoh kalimat:
He would forgive you.
(Dia akan memaafkanmu.)

14.  Past Future Continuous Tense
Seperti Continuous Tense lainnya, Tense ini juga biasanya disebut sebagai Past Future Progressive Tense. Pada Tense ini, suatu kondisi atau kegiatan seharusnya berlangsung di masa lalu. Intinya, sebuah kondisi atau kegiatan akan dimulai dan terus berlangsung di masa lalu.
Tense ini dibentuk dengan menggunakan modals would atau should. Setelah itu kata "be" ditambahkan setelah modals tersebut. Kemudian verb + ing ditambahkan di belakang "be" tersebut.
Subjek + would / should + be + Verb ing
Contoh kalimat:
would be attending the conference if I was in Jakarta.
(Saya akan sedang menghadiri konferensi tersebut jika saya ada di Jakarta.)

15.  Past Future Perfect Tense
Tense ini di gunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kondisi tidak mungkin terjadi lagi karena sudah terlewat di masa lalu. Tense ini digunakan untuk menyatakan sebuah pengandaian.
Untuk pola kalimatnya mirip dengan future perfect tense, hanya saja modals yang digunakan diganti dengan shall atau would.
Subjek + Would / Should + Have + Been / Verb 3
Contoh kalimat:
If you had saved your jewelry and foreign currency in a safety deposit box, they wouldn’t have gone.
(Jika kamu telah menyimpan perhiasan dan mata uang asingmu di safety deposit box, mereka tidak akan hilang.)


16.  Past Future Perfect Continuous Tense
Tense ini merupakan bentuk terakhir dari past future tense dan di gunakan untuk menyatakan bahwa suatu kondisi atau kegiatan telah berlangsung selama beberapa waktu dan telah berlangsung sampai suatu poin di masa lalu.
Tense ini memiliki bentuk yang sama dengan point 4, 8, dan 12 diatas. Hanya saja Subjek akan di ikuti oleh modals would atau should. Selain itu penggunaan have, been, dan verb ing sama persis dengan ketiga point yang tadi disebutkan.
Subjek + Would / Should + Have + Been + Verb Ing
Contoh kalimat:
If his Visa had been approved, he would have been working abroad for a week.
(Jika visa dia telah disetujui, dia akan telah bekerja selama seminggu.)

3.      Pengertian Subject-Verb Agreement
Subject-verb agreement adalah persesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak).
Subjek dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund dan infinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakan plural verb (kata kerja jamak).

Subject-Verb Agreement (Umum)
Secara umum pada bentuk simple present tense, singular verb berupa base form / bare infinitive (bentuk dasar dari verb) dengan ditambahkan ending (akhiran) -s/-es. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkan ending -s/-es (sebaliknya, plural subjectditambahkan ending -s/-es). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak.
Jika kata kerja dalam verb “to be”, am dipasangkan dengan I, is dengan singular subjectkecuali I dan you, dan are dengan plural subject dan you.
Sedangkan pada past tense, tidak ada perbedaan bentuk kata kerja dalam hal number(tunggal atau jamak) subjek kalimat, semua dalam verb-2, kecuali jika kata kerja yang digunakan merupakan verb “to be” was-were. Was untuk singular subject kecuali you, dan were untuk you dan plural subject.
Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement
Keterangan:
subject= bold; verb= italic
No
Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement
1
The sun rises.
(Matahari terbit.) singular subject, singular verb
2
The stars shine.
(Bintang bersinar.) plural subject, plural verb
3
Leo rarely eats white bread.
(Leo jarang makan roti putih.) singular subject, plural subject
4
You go straight ahead then turn left.
(Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.) singular/plural subject, plural verb
5
My boss always comes on time.
(Bos saya selalu datang tepat waktu.) singular subject, singular verb
6
They like eating out.
(Mereka suka makan diluar.) plural subject, plural verb
7
Ricky is smart.
(Ricky pintar.) verb to be
8
The children are naughty.
(Anak-anak itu nakal.) verb to be
9
I am hungry.
(Saya lapar.) verb to be
10
You are gorgeous.
(Kamu sangat menarik.) verb to be
11
She drove fast.
(Dia mengebut.) TIDAK BERLAKU
12
I was there yesterday.
(Saya di sana kemarin.) verb to be
13
You were always busy.
(Kamu dulu selalu sibuk.) verb to be


Sumber:


Rabu, 20 Maret 2019

Definisi dan Contoh Dari Subject, Verb, Complement, dan Modifier


A.    SUBJECT
Subject (subyek) dapat didefinisikan sebagai siapa, sesuatu, atau apapun yang melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Subject bisa orang, binatang, tempat, suatu hal, dan sebagainya. Biasanya untuk menanyakan subject digunakan kata "Who" atau "What". Subject merupakan salah satu bagian utama dari sentence (kalimat).
Berikut adalah contoh subject (dibold hitam) dalam kalimat:
·         I like noodles. (Saya suka mie)
·         He reads many books. (Dia membaca banyak buku)
·         Indra likes soccer. (Indra suka sepak bola)
·         The girl is learning how to drive. (Gadis itu sedang belajar bagaimana caranya mengemudi)
·         She is a good and smart student. (Dia adalah murid yang baik dan pintar)
·         She walks to the market (dia berjalan ke pasar)
·         He plays a music (dia bermain sebuah musik)
·         They run together (mereka berlari bersama-sama)

B.     VERB
Verbs (kata kerja) merupakan kata yang menunjukkan perbuatan yang dilakukan seseorang/sesuatu, atau menunjukkan suatu keadaan. Verb berfungsi sebagai predikat dalam suatu kalimat. Verb merupakan bagian yang sangat penting dari kalimat karena tanpa kata kerja maka kalimat yang kita buat tidak akan mempunyai arti yang jelas, suatu kalimat yang lengkap setidaknya memiliki sebuah subjek dan kata kerja utama.
Fungsi Verb (Kata Kerja) dalam Kalimat
Verb atau kata kerja dalam sebuah kalimat di gunakan untuk mengidentifikasikan ataupun menjelaskan perilaku dari si pelaku (subjek dalam kalimat) ataupun menjelaskan peristiwa dan keadaan. Contoh :
·         Aldo drives his father’s car (Aldo mengendarai mobil ayahnya)
Penjelasan: Drives disini merupakan kata kerja yang menjelaskan subjek (Aldo) yang sedang mengendarai mobil milik ayahnya.
·         The fires burnt all the houses (Api itu membakar seluruh rumah)
Penjelasan: Burnt disini merupakan kata kerjayang menjelaskan sebjek (the fire:api) yang sedang membakar rumah-rumah.




C.    COMPLEMENT
Complement adalah unsur kalimat, yang berfungsi untuk melengkapi bagian atau unsur kalimat yang lainnya, seperti subjek, predikat, dan objek. Complement bisa berupa nomina, frasa, maupun klausa. Sebuah complement, tidak bisa dijadikan subjek kalimat jika diubah ke dalam kalimat pasif. Hal ini berbeda dengan objek yang pada umumnya bisa menjadi subjek ketika diubah menjadi kalimat pasif. Komplemen dapat mengikuti verba be, atau linking verb lain seperti seem atau become. Komplemen dapat pula mengikuti object klausa
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini.
·         My wife is a teacher (Istri saya adalah seorang guru)
·         Toilet smells awful (Toilet bau busuk)
·         A black car was what my husband wanted for his birthday (Sebuah mobil hitam adalah apa yang diinginkan suami saya untuk ulang tahunnya)

Pada kalimat ini, a doctor, awful, dan what my husband wanted for his birthday adalah complement yang menjelaskan subjek kalimat. Pada kalimat pertama, my wife is a teacher, (istri saya seorang guru) a teacher adalah sebuah complement yang menjelaskan subjek my wife. Siapakah istri saya? Istri saya adalah guru.
Pada kalimat kedua, toilet smells awful (toilet bau busuk) complement pada kalimat tersebut adalah awful yang menjelaskan subjek toilet. Begitu pula pada kalimat ketiga yaitu A black car was what my husband wanted for his birthday (sebuah mobil hitam adalah apa yang diinginkan suami saya untuk ulang tahunnya). Complement pada kalimat tersebut adalah sebuah klausa what my husband wanted for his birthdayyang menjelaskan subjek kalimat a black car

D.    MODIFIER
Modifier adalah kata (word), frasa (phrase), ataupun klausa (clause) yang memodifikasi makna dengan cara memberi tambahan keterangan di dalam sebuah kalimat. Keberadaan modifiers memungkinkan seorang penulis untuk menyampaikan apa yang mereka bayangkan secara akurat kepada pembaca. Bahkan ada sebagian orang yang beranggapan bahwa tanpa adanya modifier sebuah kalimat akan terasa membosankan.
·         Berdasarkan fungsinya, terdapat dua tipe modifiers yaitu:
·         Sebagai adjective yang berfungsi untuk memodifikasi noun.
·         Sebagai adverb yang berfungsi untuk memodifikasi verb, adjective, ataupun adverb lainnya.
Sebuah modifier dapat muncul setelah atau sebelum bagian kalimat yang dimodifikasinya (biasanya disebut head). Modifier yang muncul sebelum head disebut dengan pre-modifier, sedangkan yang muncul setelah head disebut dengan post-modifier.
·         Contoh Pre-modifier: Black cat
·         Contoh Post-modifier: cat on the tree
·         Contoh Gabungan Pre- dan Post-modifier: That black cat on the tree is mine.
Beberapa bentuk modifier yang berfungsi sebagai adjective yaitu: simple adjective, adjective phrase, adjective clause, participle dan infinitive. Sedangkan bentuk bentuk modifier yang berfungsi sebagai adverb yaitu: simple adverb, adverb phrase, adverb clause, prepositional phrase, dan infinitive. Selanjutnya, ayo kita lihat contoh penggunaan modifier dalam kalimat.
Contoh:
·         My father bought a new car. (Adjective)
(Ayahku membeli sebuah mobil baru)
·         I accidentally hit a goat. (Adverb)
(Saya secara tidak sengaja menabrak seekor kambing.)
·         My brother caught a mouse smaller than a spoon. (Adjective Phrase)
(Saudara saya menangkap tikus yang lebih kecil dari sebuah sendok.)
·         Mailia put the book on the table. (Prepositional Phrase)
(Mailia meletakkan buku itu di atas meja.)
·         Marina lift a box which was bigger than her body. (Adjective Clause)
(Marina mengangkat kotak yang lebih besar dari tubuhnya.)






Sumber:


Jumat, 25 Januari 2019

Studi Kasus: Data Kartu Kredit Ini Dicuri untuk Belanja di AS

III. Softskill 3
1. Apa fungsi/kegunaan dari audit teknologi sistem informasi? Jelaskan!
2. Cari contoh perusahaan/instansi pemerintah yang sudah melalukan audit dalam perusahaan/instansinya atau kasus diperusahaan/instansi yang menyebabkan perlu diadakannya audit teknologi sistem informasi dalam perusahaan/instansi tersebut . Kemudian analisis dan buat kesimpulan dan saran dari contoh tersebut

Studi Kasus: Data Kartu Kredit Ini Dicuri untuk Belanja di AS

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah data nasabah kartu kredit maupun debit dari berbagai bank dicuri saat bertransaksi di gerai The Body Shop Indonesia. Sumber Tempo mengatakan, data curian tersebut digunakan untuk membuat kartu duplikat yang ditransaksikan di Meksiko dan Amerika Serikat.
Data yang dicuri berasal dari berbagai bank, di antaranya Bank Mandiri dan Bank BCA. Menurut Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, pihaknya menemukan puluhan nasabah kartu kredit dan debit yang datanya dicuri. Adapun transaksi yang dilakukan dengan data curian ini ditaksir hingga ratusan juta rupiah.
Kejahatan kartu kredit terendus saat Bank Mandiri menemukan adanya transaksi mencurigakan. "Kartu yang biasa digunakan di Indonesia tiba-tiba dipakai untuk bertransaksi di Meksiko dan Amerika," kata Budi.
Setelah dilakukan pengecekan terhadap nasabah, ternyata kartu-kartu itu tidak pernah digunakan di sana. "Setelah dicek, kami baru menutup kartu," katanya.
Kartu tiruan itu hanya bisa digunakan di negara-negara yang menggunakan sistem magnetic stripe. Data pada kartu jenis ini bisa dibaca saat ada kontak fisik dan menggesekkannya melewati mesin pembaca kartu atau card reader.
Di Indonesia, ada dua sistem yang digunakan pada kartu kredit, yaitu chip dan magnetic stripe. Penggunaan chip pada kartu kredit bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan kartu kredit. Adapun transaksi kartu kredit dengan magnetic stripesebenarnya sudah dilarang. Sedangkan pada kartu debit, magnetic stripe ini baru dilarang mulai 1 Januari 2016.
Bukan hanya Mandiri, PT Bank Central Asia mengaku sudah menerima laporan serupa. General Manager Kartu Kredit BCA, Santoso, mengatakan, berdasarkan informasi sementara, pencurian data berawal dari sebuah gerai The Body Shop. Pencurian kemudian menyebar ke gerai lainnya. "Sepertinya ada oknum yang berhasil membobol dan berpindah-pindah," katanya.
Namun ia menjamin keamanan dalam sistem pengiriman data dari mesin electronic data capture (EDC) ke bank. Santoso juga berjanji akan secepatnya menyelesaikan kasus ini dengan melibatkan kepolisian, perbankan, dan nasabah.
Tak hanya perbankan, The Body Shop Indonesia juga langsung bertindak. Chief Financial Officer The Body Shop, Jahja Wirawan Sudomo, mengatakan, perusahaan sedang menyelidiki kebocoran data di perusahaannya. "Kami dan perbankan masih menyelidiki. Kami berharap selesai pekan depan dan diserahkan ke kepolisian," katanya kemarin.
Karyawan yang terbukti mencuri data nasabah, menurut Jahja, akan dipecat dan diserahkan ke kepolisian. Untuk mencegah kejadian serupa, The Body Shop tidak menerima pembayaran melalui kartu kredit dan debit. Berdasarkan laporan yang diterima dari perbankan, ada 30 data nasabah yang dicuri. Transaksi dilakukan sepanjang Maret 2013.
Menurut Jahja, ia termasuk salah satu nasabah yang menjadi korban. Saat bertransaksi di The Body Shop cabang Bintaro pada 11 Maret 2013, datanya pun disalin. Data itu kemudian dipakai pada transaksi di Amerika Serikat pada 14 Maret 2013.
Jahja mengatakan, ada tiga gerai yang diduga bermasalah. "Tempatnya di Bintaro (Tangerang), Casablanca, dan Basko Padang," katanya.
Adapun pencurian kartu baru diketahui di dua bank, yaitu BCA dan Bank Mandiri. Sedangkan di Citibank, yang juga memiliki mesin EDC, belum ada laporan.
Sesuai dengan aturan Bank Indonesia, menurut Deputi Direktur Sistem Pembayaran Bank Indonesia Puji Atmoko, jika merchantkedapatan berkomplot dengan pelaku kejahatan, bank wajib menghentikan kerja sama. Bank juga diwajibkan melaporkan fraud tersebut ke Bank Indonesia paling lambat satu bulan setelah kejadian.

Analisa Kasus:
Dari rangkuman berita diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:
1. Data yang dicuri berasal dari berbagai bank, di antaranya Bank Mandiri dan Bank BCA. Menurut Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, pihaknya menemukan puluhan nasabah kartu kredit dan debit yang datanya dicuri.
2. Setelah dilakukan pengecekan terhadap nasabah, ternyata kartu-kartu itu tidak pernah digunakan di  Meksiko dan Amerika
3. Kartu tiruan itu hanya bisa digunakan di negara-negara yang menggunakan sistem magnetic stripe. Data pada kartu jenis ini bisa dibaca saat ada kontak fisik dan menggesekkannya melewati mesin pembaca kartu atau card reader.
4. Di Indonesia, ada dua sistem yang digunakan pada kartu kredit, yaitu chip dan magnetic stripe. Penggunaan chip pada kartu kredit bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan kartu kredit.
5. Berrdasarkan informasi sementara, pencurian data berawal dari sebuah gerai The Body Shop. Pencurian kemudian menyebar ke gerai lainnya.
Dari segi sistem keamanan mesin pembaca kartu arau card reader itu sendiri terdapat kelemahan yaitu:
Di Indonesia, ada dua sistem yang digunakan pada kartu kredit, yaitu chip dan magnetic stripe. Penggunaan chip pada kartu kredit bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan kartu kredit. Adapun transaksi kartu kredit dengan magnetic stripe sebenarnya sudah dilarang.

Saran 
1. Dapat meningkatkan keamanan sistem dari bank-bank yang mempunyai sistem kredit.
2. Dapat meningkatkan keamanan dari sistem mesin pembaca kartu atau card reader yang digunakan pada kartu kredit pada magnetic stripe.
3. Melakukan perbaikan atau perubahan sistem keamanan untuk mesin pembaca kartu atau card  pada magnetic stripe. 
4. Karena pembobolan ini sebagiannya juga disebabkan oleh kelengahan pemilik kartu kredit, ada baiknya jika setiap ingin melakukan transaksi pada sebuah toko atau online untuk memeriksa kembali apakah sudah aman atau belum.


Selasa, 04 Desember 2018

Definisi, Pengguna dan Skala Pada COBIT


A.    Definisi COBIT
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.
COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada

B.     Pengguna COBIT
Target pengguna dari framework COBIT adalah organisasi/perusahaan dari berbagai latar belakang dan para profesional external assurance. Secara manajerial target pengguna COBIT adalah manajer, pengguna dan profesional TI serta pengawas/pengendali profesional. Secara resmi tidak ada sertifikasi profesional resmi yang diterbitkan oleh ITGI atau organisasi manapun sebagai penyusun standar COBIT. Di Amerika Serikat standar COBIT sering digunakan dalam standar sertifikasi Certified Public Accountants (CPAs) dan Chartered Accountants (CAs) berdasarkan Statement on Auditing Standards (SAS) No. 70 Service Organisations review, Systrust certification or Sarbanes-Oxley compliance.

C.    Skala maturity dari COBIT
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.
Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
1.      Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2.      Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3.      Status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4.      Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)

Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level:
·         Level 0 (Non-existent): perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya 
·         Level 1 (Initial Level): pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan varies dengan keahlian yang dimilikinya. 
·         Level 2 (Repeatable Level): pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan. 
·         Level 3 (Defined Level): pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi. 
·         Level 4 (Managed Level): Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
·         Level 5 (Optimized Level): Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi. 

Sumber:

Selasa, 06 November 2018

Audit Teknologi Sistem Informasi



    1. Pengertian dari Aduit Sistem Informasi :

Audit sistem informasi atau Information System Audit disebut juga EDP Audit (Electronc Data Processing Audit) / Computer audit merupakan suatu proses dikumpulkannya data dan dievakuasinya butki untuk menetapkan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi sudah diterapkan dan menerapkan sistem pengendalian, internal yang sudah sepadan, seluruh aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan dan juga terjamin integrita data, keandalan dan juga efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan informasi berbasis komputer.

Sumber :

2.     Tujuan dari Audit Sistem Informasi :

1.Pengaman Aset
Aset informasi pada perusahaan seperti perangkat keras, perangkat lunak dan sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh sistem pengendalian intern yang baik supaya tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan.

2. Menjaga Integritas Data
Integritas data adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data mempunyai atribut tertentu seperti kelengkapan, kebenaran dan keakuratan. Jika integritas data tidak dijaga, maka suatu perusahaan tidak akan mempunyai hasil atau laporan yang benar bahkan perusahaan dapat mengalami kerugian.

3. Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan mempunyai peran penting dalam proses diambilnya keputusan. Suatu sistem informasi bisa disebut efisien jika sistem informasi tersebut dapat memenuhi keperluan pengguna atau user dengan sumber daya informasi yang minimal.

4. Efisiensi Sistem
Suatu sistem bisa disebut efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan daya informasi yang minimal.

5. Ekonomis
Ekonomis menunjukkan kalkulasi untuk rugi ekonomi yang sifatnya kuantifikasi nilai moneter atau uang. Ekonomis bersifat pertimbangan ekonomi

Sumber :


    3.Peralatan Audit Sistem Informasi :

E. Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan 

Sumber :







Kamis, 05 April 2018

CARA MEMBUAT ANIMASI TATA SURYA


CARA MEMBUAT ANIMASI TATA SURYA



Pertama-tama kita membuka aplikasi flash akan

muncul gambar seperti ini


Untuk menentukan ukuran kertas yang anda inginkan “klik modify pilih Document


Ini tampilan awal setelah kita membuat new document


Dan di sini anda bisa menentukan ukuran kertas


Untuk memasukan gambar kita bisa klik file lalu pilih import kemudian pilih import to library


Kita pilih saja gambar yang akan kita jadika objek


Pada layer pertama masukan gamabar background ke dalam kertas, kita tarik gambar yang ada di kolom library ke tengah dan akan mucnul gambar seperti yang ada di atas.


Pada layer ke dua masukan gamabar matahari ke dalam kertas, kita tarik gambar yang ada di kolom library ke tengah dan akan mucnul gambar seperti yang ada di atas.


Pada layer ke tiga masukan gamabar bumi ke dalam kertas, kita tarik gambar yang ada di kolom library ke tengah dan akan mucnul gambar seperti yang ada di atas.


Langkah selanjutnya kita akan memberikan lintasan terhadap bumi agar bisa mengelilingi matahari, klik layer bumi lalu kita klik add motion guide


Lalu akan muncul layer baru lalu kita ganti namanya menjadi lintasan bumi, lalu kita klik oval tool dan buat lingkarannya, lalu kita pilih warna yang anda inginkan dan fil colour kita matikan agar terlihat transfaran dan akan muncul garis lingkaran seperti gambar di atas.


Langkah berikutnya kita harus memberi celah terhadap lintasan ini ada batasan dimana memulai dan dimana dia mengakhiri, perputarannya kita perbesar dengan zoom tool dan menggunakan eraser tool dan pindahkan posisi bumi, klik layer bumi kemudian selection tool dan kita pindahkan ke ujung dimana awal bumi akan di putara dan kita akan menentukan frame 250 dan klik insert key frame, langkah berikutnya kita akan memindahkan ke arah yang berlawanan


Langkah berikutnya kita akan memindahkan Ke arah yang berlawanan ,kita klik bumi dan kita atur ke arah yang berlawanan Dan kembali ke frame 1 klik kanan di layer Bumi dan kita pilih create motion tween


Gambar diatas adalah outputnya


Jumat, 16 Maret 2018

Animasi dan Desain Grafis

1. Apa ada hubungan antara Animasi dan Design Grafis ?

Jawab:

ada, Hubungan antara animasi dan desain grafis. Terletak pada unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang dan warna. Sedangkan yang membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek structural komposisi yang lebih luas.



 2. Definisi Animasi dan Desain Grafis ?

Jawab:

Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah    yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah – olah hidup ( bergerak ), seperti yang pernah kita lihat film – film kartun di televisi maupun dilayar lebar. Dengan kata lain kita menghidupan gambar dengan cara merangkainya secara teratur, sehingga gambar itu seakan-akan hidup.


3. Jenis Animasi ?

Jawab:

Animasi Spline

Spline adalah representasi matematis dari kurva. Objek bergerak biasanya tidak mengikuti garis lurus, misalnya bentuk kurva, program animasi komputer memungkinkan untuk membuat animasi spline dengan lintasan gerak berbentuk kurva.

Animasi 2D (2 Dimensi)

Animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Dan film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di Bioskop. Misalnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby doo, dan masih banyak lagi. Meski yang populer kebanyakan film Disney, namun bukan Walt Disney sebagai bapak animasi kartun.

 Animasi 3D (3 Dimensi)

Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka berlomba¬lombalah studio film dunia memproduksi film sejenis. Bermunculanlah, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery)

Animasi Vektor

Animasi vektor adalah animasi yang menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan objeknya. Setiap objek dalam animasi vektor bergerak secara mandiri dengan latar belakang yang diam (hampir sama dengan animasi sprite).



4. Teknologi yang digunakan pada pembuatan animasi pada zaman now ?

Jawab : Teknologi Animasi 3D

             Teknologi Animasi 4D

             Teknologi Animasi Clay

             Teknologi Animasi Vektor





SUMBER :

https://catat-saja-sendiri.blogspot.co.id/2017/03/tugas-1-animasi-desain-grafis.html

https://mfrlive.wordpress.com/2013/04/02/jenis-jenis-animasi/