COBIT 4 DAN 5
COBIT atau Control Objective for Information and related Technology dikeluarkan dan disusun pada tahun 1996 oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association.
COBIT adalah kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.
Cakupan Domain COBIT
• Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
• Pengadaan dan implementasi (Acquirw and implement)
identifikasi solusi TI dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis untuk mewujudkan strategi TI.
• Pengantaran dan dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
• Pengawasan dan evaluasi (Monitor and Evaluate
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.
COBIT FRAMEWORK
• Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu :planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring.
• Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.
• Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
- Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
- Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
- Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
- Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
- Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
• Maturity Models
COBIT menyediakan parameter untuk penilaian setinggi dan sebaik apa pengelolaan IT pada suatu organisasi dengan menggunakan maturity models yang bisa digunakan untuk penilaian kesadaran pengelolaan (management awareness) dan tingkat kematangan (maturity level). COBIT mempunyai model kematangan (maturity models) untuk mengontrol proses-proses IT dengan menggunakan metode penilaian (scoring) sehingga suatu organisasi dapat menilai proses-proses IT yang dimilikinya dari skala nonexistent sampai dengan optimised (dari 0 sampai 5), yaitu: 0: Non Existen, 1: Initial, 2: Repetable, 3: Defined, 4: Managed dan 5: Optimized (Purwanto dan Saufiah, 2010; Setiawan, 2008; Nurlina dan Cory, 2008).
Lingkup Kriteria Informasi yang Sering Menjadi Perhatian Dalam COBIT
• Effectiveness
• Efficiency
• Confidentiality
• Integrity
• Availability
• Compliance
• Reliability
Manfaat dan Pengguna COBIT
š Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
š Manajemen
š Untuk mengambil keputusan investasi TI.
š Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
š Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
š Pengguna
š Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
š Auditors
š Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
š Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.
VERSI COBIT
• Versi 1
• Versi 2
• Versi 3.0
• Versi 4.0
• Versi 4.1
• Versi 5
COBIT 4 DAN COBIT 5
COBIT 4.0
Cobit 4.0 memberikan fokus bisnis yang cukup kuat untuk mengatasi tanggung jawab para direktur dan pegawai. Cobit 4.0 menandai pembaharuan pertama dari isi cobit sejak dirilisnya edisi cobit ketiga di tahun 2000. Edisi pertama diterbitkan di tahun 1994. Studi kasus pelaksanaan Cobit di organisasi interasional utama misalnya Unisys, Sun microsystems dan DPR Amerika juga terdapat di cobit case studies.
“Cobit 4.0 tidak kelihatan seperti sebuah buku akademik. Ada materi yang cukup berguna pada setiap halaman”, ujar Christoper Fox, ACA. “Cobit 4.0 mampu menjadi sebuah dokumen yang sangat bermanfaat”.
Cobit 4.0 juga mencakup bimbingan bagi para direktur dan semua level manajemen dan terdiri dari empat seksi :
š Gambaran luas mengenai eksekutif
š Kerangka Kerja
š Isi utama (tujuan pengendalian, petunjuk manajemen dan model kedewasaan)
š Appendiks (pemetaan, ajuan silang dan daftar kata-kata)
Fungsi lainnya :
š Menganalisa bagaimana tujuan pengendalian dapat dipetakan ke dalam lima wilayah penentuan IT agar dapat mengidentifikasi gap potensial.
š Menyesuaikan dan memetakan cobit ke standar yang lain (ITIL, CMM, COSO, PMBOK, ISF dan ISO 17799)
š Mengklarifikasikan indikator tujuan utama (KGI) dan indikator hubungan kinerja utama (KPI), dengan mengenal bagaimana KPI dapat bergerak mencapai KGI.
š Menghubungkan tujuan bisnis, IT dan proses IT (penelitian mendalam di delapan industri dengan pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana proses Cobit mendukung tercapainya tujuan IT spesifik dan dengan perluasan, tujuan bisnis).
Cobit 4.0 bisa menggantikan komponen edisi ketiga yang menyangkut ringkasan eksekutif, kerangka kerja, tujuan pengontrolan dan petunjuk manajemen. Pekerjaan sedang dilakukan agar bisa mengatasi petunjuk audit.
COBIT 4.1
COBIT versi 4.1 adalah model standarpengelolaan IT yang telah mendapatkanpengakuan secara luas, dikembangkan olehInformation Technology Governance Institute(ITGI) dari Information System Audit andControl Association (ISACA).
Menurut IT Governance Institute, 2007,menyatakan bahwa pada versi 4.1 ini diuraikan good practices, domain-domain dan proses kerangka kerja (framework) TI yang ada.
COBIT 5
COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan manajemen perusahaan IT (IT gevornance framework), dan juga kumpulan alat yang mendukung para manager untuk menjembatani jarak (gap) antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirments), masalah teknis (technical issues) dan resiko bisnis (business risk). COBIT 5 adalah evolusi dari framework sebelumnya yakni, COBIT 4.1 yang ditambah dengan Val IT 2.0 dan Risk IT.
COBIT 5 didasarkan pada lima prinsip utama untuk tata kelola dan manajemen perusahaan TI.
=Prinsip 1
Pemenuhan Kebutuhan Stakeholder Setiap perusahaan mempunyai visi dan misi yang berbeda
=Prinsip 2
Meliputi Enterprise End-to-End Menganggap semua tata kelola dan manajemen TI enabler untuk perusahaan
=Prinsip 3
Menerapkan Singel Framework yangTerpaduCOBIT 5 dapat menyesuaikan dengan tatakelola dan manajemen TI pada perusahan
=Prinsip 4
Mengaktifkan Pendekatan HolistikCOBIT 5 mendefinisikan satu set enabler untukmendukung pelaksanaan tata kelola yangkomprehensif dan sistem manajemen TI untukperusahaan
7 enabler yang terdapat didalam COBIT 5
=Prinsip kebijakan dan kerangka kerja
Adalah kendaraan untuk menerjemahkan perilaku yangdiinginkan menjadi panduan praktis untuk sehari-harimanajemen.
=Proses
Menggambarkan set terorganisir praktek dan kegiatanuntuk mencapai tujuan tertentu dan menghasilkan setoutput dalam mendukung pencapaian keseluruhan TI-tujuan yang terkait.
=Struktur organisasi
adalah pengambilan keputusan kunci entitas dalamsuatu perusahaan.
=Budaya etika dan perilaku individu dan perusahaan
Sangat sering diremehkan sebagai faktor keberhasilandalam kegiatan tata kelola dan manajemen.
=Informasi
Diperlukan untuk menjaga organisasi berjalan denganbaik dan diatur, tetapi pada tingkat operasional,informasi sangat sering produk utama dari perusahaanitu sendiri.
=Layanan infrastruktur dan aplikasi
Meliputi infrastruktur, teknologi dan aplikasi yangmenyediakan perusahaan dengan pengolahan informasiteknologi dan jasa.
=Orang keterampilan dan kompetensi
Diperlukan untuk berhasil menyelesaikan semua kegiatan,dan untuk membuat keputusan yang benar danmengambil tindakan korektif.
=Prinsip 5
Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen
Kerangka COBIT 5 membuat perbedaan yang jelasantara tata kelola dan manajemen. Tata kelola pada sebagian besar perusahaan merupakan tanggung jawab dari dewan direksi yang dipimpin oleh pemilik Manajemen merupakan tanggung jawab semua manajer eksekutif yang dipimpin oleh direkturoperasional dalam menjalankan operasional kerja.
Perbedaan COBIT 4.1 dengan COBIT 5
=Pertama
prinsip baru dalam tata kelola TI untukorganisasi, Governance of Enterprise IT (GEIT).
=Kedua
COBIT 5 memberi penekanan lebih kepada Enabler.Walaupun sebenarnya COBIT 4.1 juga menyebutkan adanyaenabler-enabler, hanya saja COBIT 4.1 tidak menyebutnyadengan enabler. Sementara COBIT 5 menyebutkan secaraspesifik ada 7 enabler dalam implementasinya.
=Ketiga
COBIT 5 mendefinisikan model referensi prosesyang baru dengan tambahan domain governance danbeberapa proses baik yang sama sekali baru ataupunmodifikasi proses lama serta mencakup aktifitas organisasisecara end-to-end.
=Keempat
seperti disinggung sebelumnya, bahwa dalamCobiT 5 terdapat proses-proses baru yang sebelumnyabelum ada di CobiT 4.1, serta beberapa modifikasi padaproses-proses yang sudah ada sebelumnya di CobiT 4.1.Secara sederhana dapat dikatakan bahwa model referensiproses CobiT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan kontenCobiT 4.1, Risk IT dan Val IT. Sehingga proses-proses padaCobiT 5 ini lebih holistik, lengkap dan mencakup aktifitasbisnis dan IT secara end-to-end.
Berikut ini adalah ketujuh enabler COBIT 5 dan perbandingan untuk hal yang sama di COBIT 4.1
(1) Prinsip-prinsip, kebijakan dan kerangka kerja. Kalaudi CobiT 4.1, poin-poin ini tersebar dalam beberapaproses-proses CobiT 4.1.
(2) Proses-prosesnya adalah sentral dari CobiT 4.1.
(3) Struktur organisasi dalam COBIT 4.1 tercermin dalam RACI chart yang mendefinisikan peran dan tanggung- jawab para pihak dalam setiap proses.
(4) Kultur, etika dan perilaku. Poin ini terselip dibeberapa proses CobiT 4.1
(5) Informasi merupakan salah satu sumber daya TI (ITresources) dalam COBIT 4.1.
(6) Layanan, Infrastruktur, dan Aplikasi. Dalam CobiT4.1, infrastruktur dan aplikasi (disatukan denganlayanan) merupakan sumber daya TI juga.
(7) Dalam CobiT 4.1, hanya disebutkan "orang" sebagaisalah satu sumber daya (walau sebenarnya mencakup juga keterampilan dan kompetensinya)
DAFTAR PUSAKA
http://nilanoviasariblo.blogspot.co.id/2014/03/cobit-4-dan-5.html
Sabtu, 29 April 2017
Sabtu, 18 Maret 2017
Infrastruktur Teknologi Informasi
5.1. Infrastruktur Teknologi Informasi
DEFINISI TEKNOLOGI INFORMASI INFRASTRUKTUR
Infrastruktur teknologi Informasi merupakan set perangkat fisik dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengoperasikan seluruh perusahaan. Mengatur layanan termasuk firmwide, termasuk : jasa telekomunikasi, jasa pengelolaan data, layanan perangkat lunak aplikasi,dll. Perspektiv “service platform” membuat lebih mudah untuk memahami nilai bisnis yang diberikan untuk investasi infrastruktur. Berikut merupakan hubungan perusahaan, sistem informasi infrastruktur dan kemampuan bisnis:
Layanan suatu perusahaan mampu memberikan kepada pelanggan, pemasok, dan karyawan langsung fungsi infrastruktur teknologi infrastrur-nya. Idealnya, infrastruktur ini harus mendukung bisnis perusahaan dan
strategi sistem informasi. Teknologi informasi baru memiliki dampak yang kuat pada bisnis dan
Strategi TI, serta layanan yang dapat diberikan kepada pelanggan.
strategi sistem informasi. Teknologi informasi baru memiliki dampak yang kuat pada bisnis dan
Strategi TI, serta layanan yang dapat diberikan kepada pelanggan.
EVOLUSI SISTEM INFORMASI INFRASTRUKTUR
Infrastruktur TI di organisasi saat ini adalah hasil dari lebih dari 50 tahun evolusi dalam platform komputasi. Terdapat lima tahap dalam evolusi ini, masing-masing mewakili konfigurasi yang berbeda dari daya komputasi dan elemen infrastruktur.
Lima tahap evolusi infrastruktur TI Diantaranya yaitu: era mainframe, era komputer pribadi, era client / server, era komputasi enterprise, dan awan dan era komputasi mobile.
Lima tahap evolusi infrastruktur TI Diantaranya yaitu: era mainframe, era komputer pribadi, era client / server, era komputasi enterprise, dan awan dan era komputasi mobile.
- Tujuan umum mainframe & mini era: (1959 to present)
Tahun 1958 IBM mainframe pertama kali diperkenalkan, dan pada tahun 1965 minicomputer dengan harga yang lebih murah pada Desember diperkenalkan. - Era Komputer Pribadi: 1981 to present
1981 Pengenalan IBM PC
Proliferasi di tahun 80-an, 90-an mengakibatkan pertumbuhan perangkat lunak pribadi. - Client / server era: 1983 to present
Desktop klien jaringan ke server, dengan proses kerja perpecahan antara klien dan server, Jaringan mungkin terdiri atas dua-tier atau multitier (N-tier), dan Berbagai jenis server (jaringan, aplikasi, Web). - Perusahaan komputasi era: 1992 to present
Bergerak ke arah mengintegrasikan jaringan yang berbeda, aplikasi yang menggunakan standar Internet dan aplikasi perusahaan. - Cloud Computing: 2000 to present
Mengacu pada model komputasi di mana perusahaan-perusahaan dan individu memperoleh kekuasaan dan perangkat lunak aplikasi melalui Internet atau jaringan lain komputasi
Bentuk yang paling cepat berkembang dari komputasi.
PENDORONG TEKNOLOGI DARI EVOLUSI INFRASTRUKTUR
Perubahan infrastruktur TI dihasilkan dari
perkembangan pemrosesan komputer, chip memori, perangkat penyimpanan, telekomunikasi dan jaringan hardware dan software, dan perangkat lunak desain yang telah secara eksponensial meningkat daya komputasi secara eksponensial sementara mengurangi biaya.
perkembangan pemrosesan komputer, chip memori, perangkat penyimpanan, telekomunikasi dan jaringan hardware dan software, dan perangkat lunak desain yang telah secara eksponensial meningkat daya komputasi secara eksponensial sementara mengurangi biaya.
Hukum Moore dan daya microprosessing
Pada tahun 1965, Gordon Moore,menulis di majalah Electronics bahwa sejak chip mikroprosesor pertama adalah
diperkenalkan pada tahun 1959, jumlah komponen pada sebuah chip dengan biaya produksi terkecil per komponen (umumnya transistor) telah dua kali lipat setiap tahun. Penegasan ini menjadi dasar dari Hukum Moore. Terdapat tiga variasi Hukum Moore, : (1) kekuatan mikroprosesor ganda setiap 18 bulan; (2) daya komputasi ganda setiap 18 bulan; dan (3) harga komputasi jatuh setengah setiap 18 bulan.
Pada tahun 1965, Gordon Moore,menulis di majalah Electronics bahwa sejak chip mikroprosesor pertama adalah
diperkenalkan pada tahun 1959, jumlah komponen pada sebuah chip dengan biaya produksi terkecil per komponen (umumnya transistor) telah dua kali lipat setiap tahun. Penegasan ini menjadi dasar dari Hukum Moore. Terdapat tiga variasi Hukum Moore, : (1) kekuatan mikroprosesor ganda setiap 18 bulan; (2) daya komputasi ganda setiap 18 bulan; dan (3) harga komputasi jatuh setengah setiap 18 bulan.
Hukum Mass Storage Digital
Seorang pengemudi teknologi kedua perubahan infrastruktur TI adalah Hukum Massa. Penyimpanan digital. Dunia memproduksi sebanyak 5 exabyte informasi unik per tahun (sebuah exabyte adalah miliar gigabyte, atau 1018 byte). Jumlah informasi digital secara kasar dua kali lipat setiap tahun.
Seorang pengemudi teknologi kedua perubahan infrastruktur TI adalah Hukum Massa. Penyimpanan digital. Dunia memproduksi sebanyak 5 exabyte informasi unik per tahun (sebuah exabyte adalah miliar gigabyte, atau 1018 byte). Jumlah informasi digital secara kasar dua kali lipat setiap tahun.
Hukum Metcalfe dan Jaringan Ekonomi
Robert Metcalfe-penemu jaringan area lokal Ethernet teknologi- mengaku pada tahun 1970 bahwa nilai atau kekuatan jaringan tumbuh secara eksponensial sebagai fungsi dari jumlah anggota jaringan.
Robert Metcalfe-penemu jaringan area lokal Ethernet teknologi- mengaku pada tahun 1970 bahwa nilai atau kekuatan jaringan tumbuh secara eksponensial sebagai fungsi dari jumlah anggota jaringan.
Penurunan Biaya Komunikasi dan Internet
Sebuah teknologi keempat infrastruktur sopir transformasi TI adalah penurunan cepat dalam biaya komunikasi dan pertumbuhan eksponensial dalam ukuran Internet. Diperkirakan 1,8 miliar orang di seluruh dunia sekarang memiliki akses Internet (Internet World Stats, 2010). Sebagai biaya komunikasi jatuh menuju jumlah yang sangat kecil dan pendekatan 0, pemanfaatan komunikasi dan fasilitas komputasi meledak.
Standar dan Efek Jaringan
5.2.KOMPONEN INFRASTRUKTUR
Sebuah teknologi keempat infrastruktur sopir transformasi TI adalah penurunan cepat dalam biaya komunikasi dan pertumbuhan eksponensial dalam ukuran Internet. Diperkirakan 1,8 miliar orang di seluruh dunia sekarang memiliki akses Internet (Internet World Stats, 2010). Sebagai biaya komunikasi jatuh menuju jumlah yang sangat kecil dan pendekatan 0, pemanfaatan komunikasi dan fasilitas komputasi meledak.
Standar dan Efek Jaringan
5.2.KOMPONEN INFRASTRUKTUR
Infrastruktur TI saat ini terdiri dari tujuh komponen utama. Komponen-komponen ini merupakan investasi yang harus
dikoordinasikan dengan satu sama lain untuk menyediakan perusahaan dengan infrastruktur yang koheren.
dikoordinasikan dengan satu sama lain untuk menyediakan perusahaan dengan infrastruktur yang koheren.
- Computer Hardware Platforms
- Operating System Platforms
- Enterprise Software Applications
- Data Management And Storage
- Networking/Telecommunications Platforms
- Internet Platforms
- Consulting And System Integration Services
Tren platform perangkat keras kontemporer
Meledaknya daya perangkat keras komputer dan jaringan teknologi memiliki dramatis mengubah cara bisnis mengatur daya komputasi mereka, menempatkan lebih dari kekuatan ini pada jaringan dan perangkat genggam mobile. Terdapat tujuh tren hardware: platform digital muncul mobile, komputasi grid, virtualisasi, cloud computing, komputasi hijau, kinerja tinggi / powersaving prosesor, dan komputasi otonom.
5.3. CONTEMPORARY HARDWARE PLATFORM TRENDS
KEMUNCULAN MOBILE DIGITAL PLATFORM
Ponsel dan smartphone seperti BlackBerry dan iPhone telah diambil pada banyak fungsi komputer genggam, termasuk transmisi data, surfing Web, transmisi e-mail dan pesan instan, menampilkan konten digital, dan bertukar data dengan sistem internal perusahaan. Dalam beberapa tahun, smartphone, netbook, dan komputer tablet akan menjadi sarana utama untuk mengakses Internet, dengan komputasi bisnis bergerak semakin dari PC dan komputer desktop ke perangkat mobile ini.
GRID COMPUTING
Komputasi grid, melibatkan menghubungkan komputer secara geografis jauh ke dalam jaringan tunggal untuk membuat sebuah superkomputer virtual dengan menggabungkan komputasi yang kekuatan dari semua komputer di grid.
Komputasi grid, melibatkan menghubungkan komputer secara geografis jauh ke dalam jaringan tunggal untuk membuat sebuah superkomputer virtual dengan menggabungkan komputasi yang kekuatan dari semua komputer di grid.
VIRTUALISASI
Virtualisasi adalah proses menyajikan satu set sumber daya komputasi (seperti daya komputasi atau penyimpanan data) sehingga mereka semua dapat diakses di cara-cara yang tidak dibatasi oleh konfigurasi fisik atau lokasi geografis. Virtualisasi memungkinkan sumber daya fisik tunggal (seperti server atau penyimpanan perangkat) muncul kepada pengguna sebagai beberapa sumber daya logis.Manfaat bisnis Virtualisasi Dengan memberikan kemampuan untuk meng-host beberapa sistem pada mesin fisik tunggal, virtualisasi membantu organisasi meningkatkan tingkat utilisasi peralatan, melestarikan ruang pusat data dan penggunaan energi.
KOMPUTASI AWAN
Institut Standar dan Teknologi (NIST) mendefinisikan komputasi awan sebagai
memiliki karakteristik penting berikut (Mell dan Grance, 2009):
Institut Standar dan Teknologi (NIST) mendefinisikan komputasi awan sebagai
memiliki karakteristik penting berikut (Mell dan Grance, 2009):
- On-demand self-service: Individu dapat memperoleh kemampuan komputasi
seperti waktu server atau penyimpanan jaringan sendiri. - akses jaringan Ubiquitous: Individu dapat menggunakan jaringan standar dan
Perangkat internet, termasuk platform mobile, untuk mengakses sumber daya awan. - Lokasi independen pooling sumber daya: sumber Komputasi dikumpulkan
untuk melayani beberapa pengguna, dengan sumber daya virtual yang berbeda ditugaskan secara dinamis
sesuai dengan permintaan pengguna. Pengguna umumnya tidak tahu di mana komputasi
sumber berada. - elastisitas cepat: Komputasi sumber dapat dengan cepat ditetapkan,
meningkat, atau menurun untuk memenuhi perubahan permintaan pengguna. - layanan Terukur: Biaya untuk sumber awan didasarkan pada jumlah
sumber benar-benar digunakan.
Sebuah cloud dapat privat atau publik. Sebuah cloud publik dikelola oleh eksternal
penyedia layanan, seperti Amazon Web Services, diakses melalui Internet, dan tersedia untuk masyarakat umum. Sedangkan sebuah cloud privat adalah milik jaringan atau pusat data yang mengikat server bersama-sama, penyimpanan, jaringan, data, dan aplikasi sebagai satu set layanan virtual yang dibagi oleh pengguna di dalam
perusahaan.
penyedia layanan, seperti Amazon Web Services, diakses melalui Internet, dan tersedia untuk masyarakat umum. Sedangkan sebuah cloud privat adalah milik jaringan atau pusat data yang mengikat server bersama-sama, penyimpanan, jaringan, data, dan aplikasi sebagai satu set layanan virtual yang dibagi oleh pengguna di dalam
perusahaan.
Green Computing
Praktek dan teknologi untuk manufaktur, menggunakan, membuang komputasi dan perangkat keras jaringan.
Praktek dan teknologi untuk manufaktur, menggunakan, membuang komputasi dan perangkat keras jaringan.
OTONOM COMPUTING
Komputasi otonom adalah upaya industri-lebar untuk mengembangkan sistem yang dapat mengkonfigurasi sendiri, mengoptimalkan dan lagu sendiri, menyembuhkan diri sendiri bila rusak, dan melindungi diri dari penyusup luar dan penghancuran diri. Anda dapat melihat sekilas beberapa kemampuan ini dalam sistem desktop.
KINERJA TINGGI DAN POWER-PENGHEMATAN PROSESSOR
5.4. Tren platform perangkat lunak kontemporer
5.4. Tren platform perangkat lunak kontemporer
Ada empat tema utama dalam evolusi platform perangkat lunak kontemporer:
- Linux dan open source software
Perangkat lunak open-source adalah perangkat yang Diproduksi oleh komunitas programmer, gratis dan dapat dimodifikasi oleh pengguna. Software ini didasarkan pada sistem operasi Linux atau Unix. - Java dan Ajax
Java adalah sistem operasi independen, prosesor-independen, objectoriented bahasa pemrograman yang telah menjadi terkemuka interaktif lingkungan untuk Web. Pengembang Java dapat membuat program applet kecil yang dapat tertanam dalam Halaman web dan download untuk berjalan pada browser web. Browser Web adalah software alat yang mudah digunakan dengan antarmuka pengguna grafis untuk menampilkan Web halaman dan untuk mengakses Web dan sumber daya lainnya internet. Ajax (Asynchronous JavaScript dan XML) adalah teknik pengembangan Web lain untuk menciptakan interaktif Aplikasi web yang mencegah semua ketidaknyamanan ini. Ajax Memungkinkan klien dan server untuk bertukar potongan-potongan kecil data tanpa memerlukan halaman yang akan reloaded. - layanan Web dan arsitektur berorientasi layanan
Layanan web merujuk kepada sekumpulan komponen perangkat lunak longgar ditambah yang pertukaran informasi dengan masing-masing menggunakan standar komunikasi Web .
blog ini bersumber dari:http://nitarizkaamalia.blog.upi.edu/2015/10/11/chapter-5-infrastruktur-teknologi-informasi-dan-kemunculan-teknologi/
Rabu, 11 Januari 2017
Sistem Informasi untuk Pelayanan di Rumah Makan
INOVASI SISTEM INFORMASI DAN
PEGANTAR TI
Sistem Informasi untuk Pelayanan di Rumah Makan

GILANG RAMADHAN (12115905)
KELAS: 2KA28
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017
DAFTAR ISI
COVER……………………………………………………………………………………………………...i
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………………..ii
1.
BAB
I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………...1
1.1.LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………….1
1.2.RUMUSAN MASALAH………………………………………………………………………………2
1.3.TUJUAN PENULISAN………………………………………………………………………………..2
2.
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………………………….3
2.1.PENGERTIAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI………………………….3
2.2.TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI
INFORMASI…………3
2.2.1.
TUJUAN
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI…………………………………………..3
2.2.2.
TUJUAN
TEKNOLOGI INFORMASI…………………………………………………………...4
2.3.MANFAAT SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI……………………………..4
2.3.1.
MANFAAT
SISTEM INFORMASI………………………………………………………............4
2.3.2.
MANFAAT
TEKNOLOGI INFORMASI………………………………………………………...4
2.4.JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI…………………………………………………………………5
2.5.JENIS-JENIS TEKNOLOGI INFORMASI…………………………………………………………...5
2.6.SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER……………………………………………………6
2.7.USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)…………………………………………………………7
2.7.1.
PENGERTIAN
USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)…………………………………...7
2.7.2.
JENIS-JENIS
USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI INDONESIA…………………..7
3.
BAB
III PEMBAHASAN…………………………...............................................................................8
3.1.SISTEM INFORMASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN DAN
RESTORAN PADANG RAYA KHAS MINANG…………………………………………………………………..8
3.2.TEKNOLOGI INFROMASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN
DAN RESTORAN PADANG KHAS MINANG…………………………………………………………………………..9
3.3.ALASAN RUMAH MAKAN DAN RESTORAN PADANG RAYA KHAS
MINANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS KOMPUTER………………………………………………………………………………………….11
4.
PENUTUP…………………………………………………………………………………………….12
4.1.KESIMPULAN……………………………………………………………………………………….12
4.2.SARAN………………………………………………………………………………………………..12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Secara umum Sistem Informasi
Manajemen (SIM) merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi yang
digunakan untuk mendukung sistem operasi, manajemen, serta pengambilan
keputusan dalam sebuah organisasi. Informasi merupakan salah satu jenis sumber
daya yang penting bagi seorang pimpinan atau manajer dalam membuat dan
mengambil suatu keputusan secara efektif dan efisien untuk masa depan
bisnisnya. Suatu sistem informasi pada umumnya dikembangkan untuk tujuan tertentu
sesuai kebutuhan pemakainya. Bagi seorang pimpinan atau manajer SIM digunakan
untuk membuat suatu laporan yang berisi informasi tentang apa yang sedang
terjadi untuk meyakinkan bahwa pekerjaan yang telah dilakukan oleh
masing-masing pusat pertanggung jawaban telah berjalan secara koordinatif
(Setiawan, 2013).
Konsep SIM berkembang seiring
dengan perkembangan penggunaan teknologi informasi. Menurut O’Brien (2007: 6)
teknologi informasi adalah teknologi pendukung dari sistem informasi, yaitu
sistem barbasis Ilmu Teknologi (TI) yang mengelola komponen-komponennya
berupahardware, software, netware, dataware, dan brainware untuk
melakukan transformasi data menjadi informasi.
Dewasa ini masalah-masalah
tentang teknologi semakin kompleks, banyak penemuan-penemuan baru yang
berbasiskan teknologi bermunculan. Munculnya penemuan-penemuan ini tidak hanya
berpengaruh pada satu aspek bidang kehidupan namun juga berpengaruh pada
berbagai aspek bidang kehidupan seperti pada aspek bidang pendidikan, ekonomi,
hukum, kesehatan, politik, dan sebagainya.
Dalam aspek bidang ekonomi
menuntut banyak pengusaha dari berbagai sektor bisnis untuk mengikuti
perkembangan teknologi setiap saatnya. Karena berbagai kegiatan bisnis saat ini
telah menggunakan teknologi seperti kegiatan pemasaran, pengolahan data, hingga
produksi. Namun, adanya teknologi yang canggih pun belum tentu dapat membantu
seorang pimpinan untuk dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat, cermat dan
akurat. Pada titik keadaan inilah sistem informasi manajemen berperan penting
dalam membantu pimpinan mengambil suatu keputusan yang terbaik untuk masa depan
bisnisnya. Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan
terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan
yang dilakukan baik oleh manajemen pada tingkat operasional maupun manajemen
pada tingkat puncak (pimpinan).
Saat ini perkembangan Sistem
Informasi dan Teknologi Informasi tidak hanya digunakan oleh para pelaku bisnis
dalam usaha skala besar namun juga digunakan oleh para pelaku bisnis dalam
usaha skala kecil dan menengah. Salah satu bidang usaha kecil dan menengah yang
memiliki prospek besar saat ini yaitu dalam usaha bidang makanan. Salah satu
usaha kecil dan menengah yang telah menggunakan Sistem Informasi dan Teknologi
Informasi di kota Palembang yaitu Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas
Minang yang berada di jalan Srijaya Negara No. 151 Bukit Besar, Palembang.
1.2.Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah dari makalah ini yaitu diantaranya:
1. Apa sajakah sistem informasi dan teknologi
informasi yang telah digunakan oleh Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas
Minang?
2. Mengapa Rumah Makan dan Restoran
Padang Raya Khas Minang menggunakan sistem informasi dan teknologi informasi
berbasis komputer?
1.3.Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini yaitu diantaranya:
1. Untuk mengetahui sistem informasi
dan teknologi informasi yang telah digunakan oleh Rumah Makan dan Restoran
Padang Rasa Khas Minang.
2. Untuk mengetahui alasan Rumah
Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang menggunakan sistem informasi dan
teknologi informasi berbasis komputer.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Pengertian
Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
Menurut O’Brien (2007, P45),
sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat
lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi, dan sumber daya data dalam
mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sedangkan teknologi informasi
adalah teknologi pendukung dari sistem informasi yaitu sistem berbasis
Teknologi Informasi (TI) yang mengelola komponen-komponennya
berupa hardware, software, netware, dataware,dan brainware untuk
melakukan transformasi data menjadi informasi.
2.2.Tujuan
Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
2.2.1. Tujuan
Pengembangan Sistem Informasi
Setiawan (2013: 9) mengungkapkan
ada 5 (lima) tujuan dari pengembangan sistem informasi yaitu, diantaranya:
a. Agar organisasi dapat beroperasi
secara efisien
SIM mengerjakaan
pekerjaan-pekerjaan rutin secara lebih cepat dan mudah. (Transaction Processing
System), contoh sistem penerimaan gaji, sistem akuntansi, sistem personalia,
sistem persediaan dan sebagainya.
b. Agar organisasi dapat beroperasi
secara efektif
Efektifitas ini
dimaksudkan agar dapat mencapai target dari sistem pendukung keputusan
(Decision Support System / DSS). DSS memberikan informasi khusus kepada para
pembuat keputusan dengan informasi dan model-model tersebut dapat ditampilkan
setiap kali dibutuhkan, sehingga para manajer dapat mengambil keputusan dengan
lebih baik.
c. Agar organisasi dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik
Dengan sistem
informasi manajemen maka kebutuhan terhadap informasi dapat segera dipenuhi
dengan mudah yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan
kepada konsumen. Contoh : penggunaan perangkat sistemAutomatic Teller
Machine (ATM) pada Bank.
d. Agar Organisasi dapat
meningkatkan kreasi / improvisasi terhadap produk yang dihasilkan
Hal ini sangant
dimungkinkan karena SIM akan mengintegrasikan informasi-informasi dalam organisasi
sehingga dapat membantu pengembangan usahanya melalui kreasi-kreasi produk baik
barang maupun jasa. Contoh : suatu Bank yang melebarkan usahanya dalam bidang
pelayanan jasa asuransi, pelayanan pembayaran rekening telepon, listrik dan
sebagainya.
e. Agar organisasi dapat
meningkatkan usaha
SIM yang baik akan
meningkatkan pangsa pasar terhadap produk yang dihasilkannya. SIM akan dapat
mengakibatkan terjadinya ketergantungan konsumen terhadap pelayanan yang
diberikan organisasi tertentu sehingga konsumen merasa enggan untuk berpindah
pada organisasi atau perusahaan lain.
2.2.2. Tujuan
Teknologi Informasi
Adapun
tujuan dari teknologi informasi yaitu, diantaranya:
a. Memecahkan suatu permasalahan;
b. Membuka kreativitas, efektivitas,
efisiensi;
c. Memotivasi kemampuan seseorang agar bisa
beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi;
d. Mengembangkan kompetensi.
2.3.Manfaat
Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
2.3.1. Manfaat
Sistem Informasi
Setiawan
(2013 : 33) menyatakan ada 4 (empat) manfaat dari sistem informasi yaitu
diantaranya:
1. Merampingkan organisasi dan
mengubah proses manajemen;
2. Memisahkan kerja dari lokasi;
3. Mengatur ulang alur kerja;
4. Meningkatkan fleksibilitas
organisasi.
2.3.2. Manfaat
Teknologi Informasi
Menurut
Jogiyanto (2003 : 18) terdapat 5 (lima) manfaat dari adanya teknologi informasi
yaitu diantaranya:
1. Meningkatkan efisiensi yaitu
menggantikan manusia dengan teknologi dalam proses produksi.
2. Meningkatkan efektivitas yaitu
menyediakan informasi bagi para manajer dalam organisasi untuk mendukung proses
pengambilan keputusan dengan lebih efektif yang didasarkan dengan informasi
yang akurat, tepat waktu, dan relevan sehingga mendapatkan hasil produksi yang
akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang
diinginkan.
3. Meningkatkan komunikasi yaitu
mengintegrasikan penggunaan SIM dengan
menggunakan e-mail dan chat.
4. Meningkatkan kolaborasi yaitu
dengan menggunakan video conference dan teleconference.
5. Meningkatkan kompetetif yaitu
teknologi informasi digunakan untuk keunggulan kompetisi.
2.4.Jenis
– Jenis Sistem Informasi
Menurut
O’Brien (2007) secara garis besar sistem informasi dikelompokkan manjadi dua
jenis, yaitu :
1. Sistem Pendukung Operasional
Jenis sistem ini terkait dengan
operasional sehari-hari yang berlangsung di dalam suatu organisasi:
a.
Sistem
pemrosesan transaksi, sistem ini memproses data hasil transaksi bisnis,
memperbaharui basis data operasional, menghasilkan dokumen bisnis. Contoh :
pemrosesan penjualan dan persediaan serta sistem akuntansi.
b.
Sistem
pengendalian proses, sistem ini terkait dengan proses mengawasi dan
mengendalikan proses industry. Contoh : sistem produksi baja, penyulingan
minyak dengan sensor yang terhubung komputer.
c.
Sistem
kerjasama antar tim atau bagian perusahaan, sistem ini terkait dengan dukungan
komunikasi dan kerjasama tim atau bagian atau kelompok kerja disuatu organisasi
atau perusahaan dengan memanfaatkan piranti elektronik dan teknologinya. Contoh
: e- mail, fax, teleconference.
2. Sistem Pendukung Manajemen
a. Sistem Informasi Manajemen
Sistem ini memberikan informasi
laporan yang sudah ditentukan sebelumnya untuk mendukung pengambilan keputusan
bisnis. Contoh : analisis penjualan, kinerja produksi, dan sistem pelaporan
tren biaya.
b. Sistem Pendukung Keputusan
Sistem ini memberikan dukungan
interaktif khusus untuk proses pengambilan keputusan para manajer dan praktisi
bisnis. Contoh : penetapan harga produk, perkiraan tingkat laba, sistem
analisis resiko.
c. Sistem Informasi Eksekutif
Sistem ini dibentuk untuk
memenuhi kebutuhan eksekutif yang diperoleh dari SIM maupun Sistem Pendukung
Keputusan (Decision support System). Contoh : sistek akses yang mudah
untuk menganalisis kinerja bisnis, tindakan para pesaing, perkembangan ekonomi
untuk mendukung perencanaan strategis.
2.5.Jenis
– Jenis Teknologi Informasi
Sutabri
(2003;191) menyatakan ada 5 (lima) jenis teknologi informasi yaitu:
1. Sistem Pengolahan Transaksi (TPS)
TPS atau sistem transaksi adalah
sebuah sistem yang digunakan untuk keperluan transaksi sehari-hari. Contoh: TPS
yang digunakan untuk pemasukan data penjualan, penjualan faktur transaksi,
pembuatan cek, reservasi travel, komputerisasi pada kasir penerima uang (cash
register), pembayaran gaji, pembuatan nota pembelian dan sebagainnya.
2. Sistem Otomasi Perkantoran
(Office Automation System/OAS)
Office Automation
System/OAS merupakan sebuah rencan untuk menggabungkan dan menerapkan
teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi
meningkatkan produktifitas pekerja dan efektifitas pekerjaan. Contoh: komputer,
radio, telepon, fax, telex, elektornic mail, teleconference, video conference,
dan sebagainya.
3. Sistem pendukung
keputusan (Decision Support System/DSS)
Decision Support
System/DSS merupakan rangkuman sistem komputer yang digunakan untuk
membantu manajer dalam membuat suatu keputusan. Contoh: program Ms. Excel,
SPSS, Ms. Access, Myob, Planning Tool, Business-Modular, WORKS, Simplan,
FRAMEWORK, Informix, dan sebagainnya.
4. Sistem Pendukung
Executive (Executive Support System/ESS)
Executive Support
System merupakan suatu sistem untuk mengintisarikan informasi dari
berbagai sumber, lalu dipersembahkan pada manajer tingkat atas (MTA). Contoh:
program untuk membuat grafik dengan penyajian yang lebih menarik dengan
menggunakan Ms. Access.
5. Sistem Informasi
Akuntansi (SIA)
Sistem informasi akuntansi yaitu
sistem untuk mengolah data yang bersifat historis dalam volume yang tinggi pada
perhitungan akuntansi. Contoh: program SIA
2.6.Sistem
Informasi Berbasis Komputer
Sutabri (2003 : 101) menyatakan
bahwa, sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang saling terkait yang secara
kolektif membentuk suatu kesatuan. Maka suatu sistem informasi manajemen yang
berbasis komputer adalah suatu sistem pengolahan data komputer. Pengadaan data
dan informasi di dalam organisasi merupakan suatu sistem. Secara garis besar
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer mengandung unsur-unsur berikut:
1. Manusia
Setiap SIM yang berbasis komputer
harus memperhatikan unsur manusia supaya sistem yang diciptakan bermanfaat.
Hendaknya diingat bahwa manusia merupakan penentu keberhasilan suatu SIM dan
manusialah yang akan memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh SIM. Unsur
manusia dalam hal ini adalah para staf komputer profesional dan para pemakai
(computer user).
2. Perangkat keras (hardware)
Istilah perangkat keras merujuk
pada perkakas mesin. Karena itu, perangkat keras terdiri dari komputer itu
sendiri yang terkadang disebut sebagai central prcessing unit (CPU)
beserta semua perangkat pendukungnya. Perangkat pendukung yang dimaksud adalah
perkakas keluaran (output devices), perkakas penyimpanan (memory), dan perkakas
komunikasi.
3. Perangkat lunak (software)
Istilah perangkat lunak merujuk
pada program-program komputer beserta petunjuk-petunjuk (manual) pendukungnya.
Yang disebut program komputer utnuk berfungsi sedemikian rupa sehinga dapat
menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersedia.
4. DATA
Data adalah fakta-fakta yang akan
dibuat menjadi informasi yang bermanfaat. Data inilah yang akan
diklasifikasikan, dimodifikasi atau diolah oleh program-program supaya dapat
menjadi informasi yang tepat guna, tepat waktu, dan akurat.
5. PROSEDUR
Prosedur adalah
peraturan-peraturan yang menentukan operasi system komputer. Misalnya,
peraturan bahwa setiap peraturan permintaasn belanja barang di suatu instansi
harus tercatat di dalam database komputer atau peraturan bahwa setiap akses
operator komputer kepada pengolah induk harus dilaporakan waktu dan
otoritasinya.
2.7.Usaha
Kecil dan Menengah (UKM)
2.7.1. Pengertian
Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Undang-Undang
No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah mendefinisikan bahwa:
·
Usaha
Mikro Kecil adalah suatu usaha yang memiliki kekayaan bersih lebih
dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp
500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha dan memiliki hasil penjualan lebih dari Rp 300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar
lima ratus juta rupiah).
·
Usaha
Mikro Menengah adalah suatu usaha yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp
500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp
10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha dan memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp
50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
2.7.2. Jenis
– Jenis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia
Ada
beberapa jenis Usaha Kecil dan Menengah yaitu diantaranya:
1. Usaha Manufaktur (Manufacturing
Business)
Usaha Manufaktur (Manufacturing
Business) adalah suatu usaha yang mengubah input dasar menjadi produk yang
bisa dijual kepada konsumen. Contohnya adalah konveksi yang menghasilkan
pakaian jadi atau pengrajin bambu yang menghasilkan mebel, hiasan rumah,
souvenir dan sebagainya.
2. Usaha Dagang (Merchandising
Business)
Usaha Dagang (Merchandising
Business) adalah suatu usaha yang menjual produk kepada konsumen.
Contohnya adalah rumah makan, pusat jajanan tradisional yang menjual segala
macam jajanan tradisional, atau toko kelontong yang menjual semua kebutuhan
sehari-hari.
3. Usaha Jasa (Service Business)
Usaha Jasa (Service
Business) adalah suatu usaha yang menghasilkan jasa, bukan menghasilkan
produk atau barang untuk konsumen. Contohnya : jasa pengiriman barang atau
warung internet (warnet) yang menyediakan alat dan layanan kepada konsumen agar
mereka bisa browsing, searching, blogging, salon dan sebagainya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.Sistem
Informasi yang Digunakan Pada Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang
Dalam menunjang kegiatan suatu
usaha, baik itu usaha kecil, menengah maupun besar para pelaku bisnis biasanya
melibatkan sistem informasi dan teknologi informasi demi kemajuan usahanya
dalam meningkatkan laba maunpun dalam meningkatkan efisensi dan efektifitas
pekerjaan. Hal ini juga yang sedang dilakukan oleh Rumah Makan dan Restoran
Padang Raya Khas Minang yang merupakan salah satu usaha mikro menengah dalam
kategori Usaha Dagang (Merchandising Business) yang ada di kota Palembang
Provinsi Sumatera Selatan. Usaha ini bertempat di Jalan Srijaya Negara Bukit
Besar, Palembang.
Dalam memperlancar kegiatan
penjualan, Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang telah menggunakan
sistem informasi dalam transaksi pembayaran seperti Electronic Data
Capture (EDC). Electronic Data Capture (EDC) adalah mesin yang
digunakan sebagai alat pembayaran elektronik dengan menggunakan kartu debet
maupun kartu kredit. Dalam menggunakan EDC, Rumah Makan dan Restoran Padang
Raya Khas Minang bekerjasama dengan beberapa Bank seperti Bank BCA, Bank
Mandiri, dan Bank BNI yang ada di kota Palembang.
Gambar 1. Electronic Data Capture
(EDC)
Namun sistem EDC ini masih jarang
digunakan, karena pelanggan yang datang lebih sering melakukan transaksi
penmbayaran dengan menggunakan alat pembayaran yang sah yaitu uang. Dengan
adanya EDC pada Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang memudahkan
para pelanggan yang lupa untuk membawa uang tunai dan menghindari adanya
tindakan kriminal seperti pencopetan pada saat melakukan transaksi pembayaran.
Keuntungan lainnya yaitu :
1. Terhindar dari penerimaan uang
palsu, uang rusak, uang lusuh atau lecek.
2. Terhindar dari adanya selisih
uang dikasir, pencurian uang, ataupun perampokan.
3. Memudahkan pelanggan dalam
melakukan transaksi pembayaran.
4. Hanya dengan menggesek kartu
debet atau kartu kredit, uang bisa langsung masuk ke rekening si pemilik
atau Owner Merchant.
5. Mempermudah pemilik rekening
atau Owner Merchant dalam memonitoring pemasukan pendapatan usaha.
6. Gratis biaya administrasi selama
kontrak 3 (tiga) tahun.
3.2.Teknologi
Informasi yang Digunakan Pada Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang
Peran utama teknologi informasi
dalam dunia bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi
organisasi atau perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan yang kompetitif.
Penerapan teknologi informasi banyak digunakan oleh para pelaku bisnis dalam
lingkungan kerja karena adanya kebutuhan efisiensi waktu dan biaya. Pesatnya
perkembangan teknologi informasi memberikan manfaat bagi para pelaku bisnis
dalam mengendalikan aktivitas bisnis yang rumit, dan juga dengan adanya
teknologi informasi para pelaku bisnis dapat memperoleh informasi yang relevan
yang berhubungan dengan usahanya secara spesifik dan tepat. Hal inilah yang
membuat salah satu usaha mikro menengah di kota Palembang yaitu Rumah Makan dan
Restoran Padang Raya Khas Minang untuk menggunakan peralatan-peralatan berbasis
teknologi informasi dalam memperlancar kegiatan usahanya untuk mencapai suatu
target yang telah ditetapkan demi meningkatkan laba usaha dan meningkatkan
efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan.
Beberapa peralatan berbasis
teknologi informasi yang digunakan oleh Rumah Makan dan Restoran Padang Raya
Khas Minang yaitu diantaranya :
1. Mesin Kasir (Cash Register)
Mesin Kasir (Cash Register)
merupakan suatu peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung dan
mencatat transaksi penjualan yang biasanya terintegrasi secara modul dengan
laci (Cash Drawer) untuk menyimpan sejumlah mata uang. Dengan adanya mesin ini
memudahkan para pekerja dibagian kasir untuk menghitung transaksi penjualan
secara tepat dan cepat tanpa adanya kesalahan
penghitungan.
Gambar 2. Mesin Kasir (Cash
Register)
2. Telepon (Telephone)
Telepon (Telephone) adalah sistem
komunikasi dua arah yang dikembangkan setelah telegraf. Sistem ini mengubah
suara menjadi isyarat listrik di bagian pengirim dan mengubah kembali isyarat
listrik tersebut menjadi suara pada bagian penerima. Dengan adanya telepon
(Telephone) memudahkan para pelanggan untuk memesan makanan dalam jarak jauh
dengan menggunakan via pesan antar. Selain itu juga, telepon memudahkan para
karyawan yang bekerja pada Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang
untuk memberikan informasi kepada sipemilik yang sedang tidak ada di tempat
usaha apabila ada informasi penting yang perlu segera untuk disampaikan.
Gambar 3. Telepon (Telephone)
3. Televisi (Television)
Televisi (Television) adalah
sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara
melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya
dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam
cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar. Dengan adanya televisi
dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para karyawannya melalui
tayangan-tayangan yang ditampilkan oleh beberapa stasiun tv serta dapat
memberikan hiburan bagi para pelanggan yang sedang makan di Rumah Makan dan
Restoran Padang Raya Khas Minang.
Gambar 4. Televisi (Television)
3.3.Alasan
Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang Menggunakan Sistem informasi
dan Teknologi Informasi Berbasis Komputer
Setelah melakukan wawancara
kepada salah satu karyawan di Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang,
diperoleh beberapa alasan mengapa Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas
Minang menggunakan sistem informasi dan teknologi informasi berbasis komputer
yaitu diantaranya:
1. Untuk memudahkan para karyawannya
dalam melaksanakan suatu pekerjaan secara efektif dan efisien.
2. Untuk mengurangi biaya
operasional dengan adanya alat bantu berupa sistem informasi dan teknologi
informasi berbasis komputer.
3. Untuk dapat melakukan perhitungan
transaksi pembayaran secara cermat, tepat, akurat dan cepat tanpa adanya
kesalahan.
4. Untuk memudahkan para pelanggan
dalam pemesanan dan transaksi pembayaran.
5. Untuk memudahkan pengawasan bagi
pemilik dalam pemasukkan pendapatan dan pengeluaran biaya operasional.
6. Untuk memudahkan dalam
penyampaian suatu informasi baik antara pemilik dengan karyawannya, antara para
karyawannya, dan antara karyawan dengan pelanggannya.
7. Untuk mempermudah kegiatan usaha
dalam rangka meningkatkan laba usaha.
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Adanya perkembangan sistem informasi
dan teknologi informasi berdampak dalam berbagai bidang aspek kehidupan seperti
dalam bidang politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan sebagainya. Dalam bidang
ekonomi menuntut para pelaku bisnis baik dalam usaha skala kecil, menengah
maupun besar untuk dapat menggunakan sistem informasi dan teknologi informasi
dalam rangka menunjang kegiatan usahanya.
Salah satu usaha menengah yang
telah menggunakan sistem informasi seperti Electronic Data
Capture (EDC) dan teknologi informasi seperti mesin kasir (Cash Register),
telepon (Telephone), dan televise (Television) yaitu Rumah Makan dan Restoran
Padang Raya Khas Minang yang ada di kota Palembang. Salah satu tujuan Rumah
Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang menggunakan sistem informasi dan
teknologi informasi yaitu untuk memperlancar kegiatan usahanya seperti pada
sistem perhitungan keuangan, transaksi pembayaran, komunikasi antar karyawan
dengan pelanggan, komunikasi antar karyawan dengan pimpinan maupun komunikasi
antar karyawan dengan karyawan, serta dalam bidang pelayanan kepada para
pelanggan. Selain itu keuntungan dari adanya sistem informasi dan teknologi
informasi dalam suatu usaha dapat memberikan informasi yang relevan dan terkini
serta dapat memudahkan pemilik usaha dalam mengawasi kelancaran kegiatan
usahanya.
4.2.Saran
Menurut saya sebaiknya selain
menggunakan sistem informasi dan teknologi informasi seperti Electronic
Data Capture (EDC), mesin kasir (Cash Register), telepon (Telephone), dan
Televisi (Television), Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang
seharusnya juga menggunakan komputer dalam perhitungan dan
penginputan data keuangan agar lebih memudahkan para karyawannya dalam
penyusunan laporan keuangan baik perhari, perminggu, perbulan maupun pertahun.
Selain itu, sebaiknya Rumah Makan dan Restoran Padang Raya Khas Minang dalam
mengembangkan usahanya juga menggunakan teknologi jaringan internet seperti
membuat website, blog atau facebook, agar produk yang dipasarkan semakin
terkenal dikalangan masyarakat bukan hanya di wilayah kota Palembang namun juga
diberbagai kota di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)


